Langsung ke konten utama

Postingan

Meracau: Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Rasa kecil hati terkadang muncul menghantui ketika dihadapkan pada persoalan yang rumit dan sulit. Itu hal wajar sebab siapapun itu, selagi masih tergolong dalam spesies manusia, pasti memiliki rasa khawatir. Perasaan khawatir yang berlebihan itu kemudian menjelma menjadi bayangan raksasa yang siap menggencet, mengkerdilkan rasa yakin pada diri. Nyatanya, sebesar apapun perasaan khawatir dan kecil hati itu, ia tetaplah perasaan yang terbangun dan lahir dari pikiran. Sehingga solusi untuk hal itu adalah Pelatihan Sdm mengendalikan pikiran agar terus bersikap tenang dan optimis. Meski demikian, hal itu tidak selalu menjadi perkara gampang. Bahkan tak jarang seseorang membutuhkan dorongan dari luar, semisal semangat dari pacar, dan lain sebagainya. Waktu terkadang juga sangat efektif untuk membantu membakar semangat juang agar jangan mau kalah pada rasa takut. Orang-orang sering menyebutnya sebagai the powe of kepepet . Mengenai hal the power of kepepet ini, saya sendiri pernah me...

Meracau: Kasih Tuhan Selalu Menuntun Manusia Untuk Bangkit

Tak biasanya, sudah sepagi ini semangatku untuk menulis bebas (free writing) muncul. Biasanya aku selalu bermalas ria untuk melakukannya. Meski tak sedikit aturang dilanggar, tak apalah dihilangkan pelan-pelan. Sepertinya, aku sendang bergairah. Birahiku memuncak, ingin mengeluarkan segala sampah yang memenuhi kepala. Tak pelak, berat terasa, seakan ia baru saja terbentur tembok. Entah apa yang kupikirkan, kebingungan, merasa tak berguna, merasa lelah, bahkan menyesal telah menyianyiakan kemampuan yang ada. Pelatihan Sdm , Seberkas caya masuk menembus sela-sela jendela. Mungkin itu gambaran pencerahan yang sedang berupaya menarik tanganku keluar dari kubangan hitam yang menenggelamkan. Dua ekor katak sedang berasyik-maksyuk dibawah kolong timba. Tak sengaja aku mengintipnya, semoga tak membuat mereka terganggu. Garis tangan tak menyiratkan pertanda baik. Ah persetan dengan ramalan, seakan tak percaya Tuhan saja. Garis tangan tak ada kaitannya dengan garis takdir yang Tuhan berika...

Meracau; Langkah Awal Untuk Bangkit

Waktu terasa begitu lambat berjalan bagi orang-orang kalah dan tersakiti. Ia berjalan lunglai menapaki jalan berbatu. Seekor burung tengah riang berkicau menertawakan langit yang murung. Tak ada senyum tersungging darinya. Aku meratapi kesedihan dan kepedihanku pagi ini. Sepagi ini!. Mungkinkah takdir kali ini enggan beriring dengan harapanku. Pelatihan Sdm . Seperti yang sudah sudah. Oh, kapankah ia berkenan sejalan. Apakah ini merupakan hukuman? Ataukah merupakan hadiah dari Tuhan? Tak ada yang tahu, tapi sudah sepantasnya untuk berbaik sangka pada-Nya. Bisa saja ini adalah takdir baik yang Ia hadiahkan. Tak ada yang ditakdirkan murung hingga akhir waktu. Sebab Tuhan adalah dzat yang maha Bijaksana. Manusia teramat lemah, tapi tak sadar akan ketakberdayaannya. Manusia sombong atas seupil pinjaman daya dari-Nya. Aku mencoba memperbaiki semua, tapi sepertinya tak akan ada yang berubah. Semua sudah terjadi. Ya sudahlah, tak mengapa. Tak perlu meratapi selamanya, sebab lembaran...